Gula Darah Normal Setelah Makan

Kadar gula darah yang normal berada pada angka antara 70-110 mg/dl setelah berpuasa selama 8 jam. Dan 2 jam setelah makan kadar gula darah seharusnya di bawah 200 mg/dl. Kadar gula darah meningkat setelah makan, karena ada pasokan gula dari makanan yang dikonsumsi.

Kadar gula darah saat berpuasa berbeda dengan sesudah makan. Demikian pula kadar gula darah sebelum tidur dan sepanjang hari. Namun ketiak kadar gula darah meningkat menjadi sangat tinggi atau terus menerus meningkat sulit dikendalikan, maka harus di cari penyebabnya (bisa pola makan yang salah, kurang olahraga, minum obat-obatan tertentu, menopause dan lain-lain).

999fbe168d4cee7aa0d96021d29cdf5a_1

Untuk mengetahui mengapa mekanisme kdara gula darah kacau, sebaiknya kita mengtahui terlebih dahulu dari mana gula darah datangnya. Sumber gula (glukosa) yang masuk ke dalam tubuh berasal dari makanan yang dikonsumsi. Selain itu tubuh (dalam hal ini organ hati) juga memproduksi glukosa, namanya glikogen. Guula yang masuk melalui konsumsi makanan, di dalam tubuh akan diubah menjadi energi yang digunakan atau dimanfaatkan oleh sel-sel dan jaringan tubuh.

Agar glukosa bisa digunakan oleh sel-sel tubuh, diperlukan hormon insulin. Hormon ini diproduksi oleh sel-sel beta yang ada dalam islets of Langerhans atau lulau-pulau langerhans yang ada dalam organ pankreas. Setiap kali ada makanan masuk, pankreas bereaksi memproduksi insulin ke dalam darha untuk memproses glukosa makanan. Tanpa insulin, glukosa tak mungkin masuk ke dalam sel-sel tubuh dan tubuh tidak mendapat pasokan energi (karena itu penderita merasa lelah berkepanjangan dan tidak bertenaga). Dengan diprosesnya gluksoa oleh insulin, maka kadar gula dalam darah menurun.

Pada penderita diabetes, kadar insulin sangat kurang atau bahkan tidak diproduksi. Akibatnya glukosa dalam darah tidak tersalurkan ke sel-sel tubuh, sehingga kadar glukosa dalam darah tetap tinggi bahkan meningkat terus jika tidak ditanggulangi. Dan tubuh menjadi kekurangan energi karena glukosa tidak bisa diproses oleh insulin menjadi energi.

Tubuh juga memproduksi hormon-hormon lain seperti glokagon, epinefrin, adrenalin, kortisol dll. Yang kerjanya berlawanan dengan insulin. Hormon-hormon tersebut memasuki organ hati (yang merupakan tempat penyimpanan dan pusat pengolahan glukosa) untuk memproduksi gula, sehingga makin meningkatkan kadar gula darah. Perlu keseimbangan hormon-hormon tersebut agar glukosa darah tetap pada batas normal.

Karena urine mengandung banyak gula alias manis dan sering dikerumuni semut. Jadi, tidak salah jika diabetes juga populer dengan nama kencing manis. Meskipun begitu, harap diketahui bahwa kadar gula darah dalam urine tidak isa menjadi ukuran kadar gula dalam darah. Tidak adanya glukosa dalam urine bukan berarti kadar gula dalam darah tidak tinggi.

Posted in Gula Darah | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gula Darah Tinggi

999fbe168d4cee7aa0d96021d29cdf5a_1Gula darah tinggi merupakan termasuk salah satu dari 5 pembunuh utama di dunia. Gula darah tinggi adalah salah satu tanda seseorang sedang di jalan menuju diabetes, tapi membunuh banyak orang sebelum mereka mengembangkan diabetes. Selain itu, kadar gula darah mulai9 menyebabkan masalah begitu mencapai kadar lebih tinggi diatas normal. Gula darah tinggi menyebabkan 3.160.000 kematian setiap tahun. Hasil ini menunjukkan, satu diantara 5 kematian penyakit jantung dan satu diantara 8 dari stroke disebabkan kadar gula darah yang lebih tinggi dar optimum.

Dengan kematian sebesar 3,16 juta per tahun, gula darah tinggi kini telah bergabung dengan ‘geng’ penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian. Yang terdiri dari ; merokok (4,8 juta kematian), kolesterol tinggi (3,9 juta kematian), kelebihan berat badan atau obesitas (2,4 juta kematian). Para peneliti tersebut mencatat bahwa gula darah tinggi terutama menjadi masalah pada bangsa dengan pemasukan rendah sampai sedang.  Pola hidup modern yang dinikmati oleh sebagian masyarakat pada saat ini, merupakan salah satu faktor penyebab meningkatnya kasus pra-diabetes. Hingga tahun 2030 diperkirakan jumlah orang berada pada kondisi pradiabetes  di Indonesia, telah mencapai 12,9 juta orang. Pradiebetes merupakan kondisi dimana kadar gula darah lebih tinggi dari batas normal, namun belum cukup untuk mendiagnosa sebagai diavetes. Bila tidak ditangani dengan baik, kondisi pradiabetes bisa berkembang menjadi diabetes. Perubahan ‘status’ dari pradiabetes menjadi diabetes meliitus tipe dua bisa berlangsung dalam waktu 10 tahun. Namun, pemburukan kondisi tersebut bisa diperlambat bila penyandang pradiabetes bisa mengurangi tujuh persen berat badannya melalui modifikasi gaya hidup intensif.

Bahkan berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) diabetes mellitus tipe dua sudah menjadi epidemic atau penyakiiy yang mewabah di dunia. Diabetes yang diakibatkan gula darah tinggi merupakan salah satu ancaman kesehatan utama, dan sekitar 3,2 juta kematian diseluruh dunia setiap tahun berhubungan dengan diabetes dan sekurangnya satu diantara 10 kematian diantara orang dewasa  berusia 35-64 tahun disebabkan diabetesnya. Indonesia merupakan Negara urutan ke empat setelah India, China dan Amerika Serikat dengan jumlah penderita diabetes terbesar yakni hampit 8.5 juta orang.

Diabetes mellitus yang juga dikenal dengan kencing manis adalah keadaan berlebihnya kadar gila dalam darah (hiperglikemia) kronik yang disertai dengan berbagai kelainan metabolic akibat gangguan hormonal dalam tubuh. Pemicunya adalah kurang aktifnya produksi hormone insulin dari sel kelenjar langerhans pada organ pancreas. Kurang aktifnya produksi hormone insulin ini bisa disebabkan oleh menyusutnya jumlah sel penghasil hormone sejak seseorang dilahirkan (bawaan atau keturunan), serangan virus, atau penyakit degenerative.

Ada juga orang yang mengidap diabetes meski produksi insulinnya cukup. Mengapa bisa begitu? Hal ini karena reaksi tubuh terhadap kehadiran insulin kurang efisien sehingga tubuh tidak mampu mengoksidasi glukosa menjadi energy. Keadaan ini biasanya menyerang orang setengah baya ke atas karena faktor usia, kurang olahraga atau kegemukan.

Posted in Gula Darah | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Hiperglikemia dan Hipoglikemia

Hiperglikemia atau gula darah tinggi merupakan masalah kesehatan yang serius bagi mereka dengan diabetes,yang terjadi ketika ada terlalu banyak gula dalam darah.

Ada dua tipe hiperglikemia yang mungkin terjadi:

Hiperglikemia pusat saat gula darah dari 90-130 mg/dL Setelah puasa selama ini minimal 8 jam.

Hiperglikemia Postprandial atau setelah makan saat gula darah lebih besar dari 180 mg/dL

Ketika seseorang dengan diabetes mengalami hiperglikemia sering atau untuk jangka waktu yang lama,maka kerusakan saraf,pembuluh darah dan organ tubuh lainnya dapat terjadi.Sedangkan yang disebut Hipoglikemia adalah sindrom klinis dari gula darah rendah,yaitu kurang dari 50 mg/dL pada pria,dan di bawah 40 mg/dl pada wanita.Kadar gula Darah Rendah sama berbahayanya seperti halnya hiperglikemia.

HIPOGLIKEMIA

Tubuh perlu bahan bakar untuk bekerja.Salah satu sumber utama bahan bakar adalah gula yang didapat tubuh dari apa yang dikonsumsi baik sebagai gula sederhana atau karbohidrat kompleks.

Dari semua organ dalam tubuh,otak tergantung pada gula (Glukosa) hampir secara ekslusif.Otak tidak bisa membuat glukosa sendiri dan 100% tergantung pada seluruh tubuh untuk pasokan.Jika karena alasan tertentu,tingkat Darah Rendah menurun akan ada efek pada fungsi otak.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Gula Darah Normal

Kadar gula darah yang normal berada pada angka antara 70-110 mg/dl setelah berpuasa selama 8 jam. Dan 2 jam setelah makan kadar gula darah seharusnya di bawah 200 mg/dl. Kakdar gula darah meningkat setelah makan, karena ada pasokan gula dari makanan yang dikonsumsi.

Kadar gula darah normal saat berpuasa berbeda dengan sesudah makan. Demikian pula kadar gula darah sebelum tidur dan sepanjang hari. Namun ketika kadar gula darah meningkat menjadi sangat tinggi atau terus menerus meningkat sulit dikendalikan, maka harus dicari penyebabnya (bisa pola makan yang salah, kurang olahraga, minum obat-obata tertentu, menopause dan lain-lain).

999fbe168d4cee7aa0d96021d29cdf5a_1

Untuk mengetahui mengapa mekanisme kadar gula darah normal dan kacau, sebaiknya kita mengetahui terlebih dulu darimana gula darah datangnya. Sumber gula (glukosa) yang masuk ke dalam tubuh berasal dari makanan yang dikonsumsi. Selain itu tubuh (dalam hal ini organ hati) juga memperoduksi glukosa, namanya glikogen. Gula yang masuk melalui konsumsi makanan, di dalam tubuh akan diubah menjadi energi yang digunakan/dimanfaatkan oleh sel-sel dan jaringan tubuh. Agar glukosa bisa digunakan oleh sel-sel tubuh, diperlukan hormon insulin. Hormon ini diproduksi oleh sel-sel beta yang ada dalam islets of Langerhans atau pulau-pulau langerhans yang ada dalam organ pankkreas. Setiap kali ada makanan masuk, pankreas bereaksi memproduksi insulin ke dalam darah untuk memproses glukosa makanan. Tanpa insulin, glukosa tak mungkin masuk ke dalam sel-sel tubuh dan tubuh tidak mendapatkan pasokan energi (karena itu penderita merasa lelah berkepanjangan dan tidak bertenaga). Dengan diprosesnya glukosa oleh insulin, maka kadar gula dalam darah menurun dan menjadi gula darah normal.

Pada penderita diabetes , kadar insulin sangat kurang atau bahkan tidak diproduksi. Akibatnya glukosa dalam darah tidak tersalurkan ke sel-sel tubuh, sehingga kadar glukosa dalam darah tetap tinggi bahkan meningkat terus jika tidak ditanggulangi. Dan tubuh menjadi kekurangan energi karena glukosa tidak bisa di proses oleh insulin menjadi energi.

 

Posted in Gula Darah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Mengontrol Gula Darah

Tingginya gula darah sesudah makan bakal memicu produksi radikal bebas dalam jumlah besar, diantaranya reactive oxygen species. Yang bisa menimbulkan pxidative stress ini dapat menyebabkan penebalan dinding di pembuluh darah yang merupakan tahapan awal dari kerusakan vaskuler.

Mayoritas penderita diabetes menganggap naiknya gula darah sesudah makan merupakan hal yang lumrah. Sekalipun angkanya melewati batas normal. Hasil riset menunjukkan sebanyak 84% penderita diabetes tipe 2 mengalami kenaikan gula darah sesudah makan diatas normal.

Komplikasi diabetes terjadi pada semua organ dalam tubuh yang dialiri pembuluh darah kecil dan besar dengan penyebab kematian 50% akibat penyakit jantung koroner dan 30% akibat gagal ginjal.
Melihat bahayanya komplikasi diperlukan kontrol gula darah secara mandiri dari si penderita. Bisa dengan menggunakan alat monitor gula darah sebagai metode untuk mengetahui level gula darah mereka. Tentunya dikombinasi dengan penerapan gaya hidup sehat dan rajin konsultasi dengan dokter.

Pemantauan gula darah ini dinilai akan mendidik pasien mengatur sendiri pola makannya dan memancing mereka melakukan aktivitas positif demi nilai gula darahnya. Resiko kematian akibat serangan jantung empat kali lebih besar pada peserta yang jarang mengecek gula datah ketimbang yang mengontrol gula darah secara teratur. Penyakit ini tidak bisa disembuhkan tetapi bisa di kontrol dengan mengatur kadar gula dalam darah.

Posted in Gula Darah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Menurunkan Kadar Gula Darah

Kadar gula darah yang tidak terkontrol sudah menjadi masalah banyak orang karena pola makan yang tidak proporsional. Padahal gula darah yang tinggi menyebabkan sindrom metabolik yang meningkatkan risiko obesitas, hipertensi, diabetes dan penyakit jantung.

Berikut ini merupakan cara menurunkan kadar gula darah tinggi, yaitu :

1. Penurunan gula darah sebelum tidur

Metode ini adalah salah satu cara menurunkan kadar gula darah yang sering diabaikan tetapi sangat efektif. Banyak penderita diabetes yang memiliki jumlah gula darah puasa yang tinggi. Masalahnya adalah diawali dengan snack atau dengan makan malam. Oleh sebab itu, periksa kadar gula dalam snack atau makanan kita sebelum tidur untuk menurunkan tingkat gula darah.

2. Tambahkan cemilan kecil

Jika kita tidak makan malam, maka cemilan kecil sangat diperlukan. Karbohidrat dalam jumlah kecil diperlukan untuk menjaga detak jantung, aliran darah di tubuh dan metabolisme tubuh tetap bekerja selama kita sedang tidur. Metode ini tidak dapat digunakan oleh semua orang, karena sebagian orang mempunyai tingkat gula darah yang tinggi di pagi hari dan sebagian lain mempunyai tingkat gula darah yang lebih rendah.

3. Cobalah cemilan yang lebih kecil

Jika kita biasa mengkonsumsi cemilan sebelum tidur, pertimbangkan untuk mengurangi porsinya menjadi lebih kecil. Sebagian orang mengonsumsi cemilan dalam porsi yang besar sehingga akan sangat mudah meningkatkan tingkat gula darahnya. Pastikan jumlah karbohidrat yang kita makan pada malam hari sangat kecil agar dapat menurunkan tingkat gula darah.

4. Makan snack yang lebih sehat sebelum tidur

Snack yang sehat mempunyai kandungan yang rendah lemak, kandungan serat yang tinggi atau mempunyai indeks glisemik yang lebih rendah. Buah-buahan atau sayuran juga dapat menggantikan snack sehat. Snack yang sehat mampu menurunkan kadar gula darah dan juga dapat menurunkan berat badan.

5. Ukuran snack yang konsisten

Ukuran snack yang sama dan konsisten setiap hari akan membantu kita untuk menurunkan tingkat gula darah di pagi hari.

6. Tambahkan aktivitas atau latihan di malam hari

Berjalan pada malam hari atau melakukan akivitas lainnya selama 10 menit akan membantu menurunkan tingkat gula darah.

7. Minum obat diabetes secara konsisten

Jika kita minum obat tidak teratur maka akan menambah tingkat gula darah. Dengan meminum obat secara rutin dan teratur sesuai aturan mkan, maka tingkat gula darah akan menurun.

8. Pastikan kebenaran hasil pengecekan gula darah

Pemeriksaan gula darah setelah makan harus dilakukan minimal 3 jam dari saat terakhir kita makan. Hal ini dilakukan untuk melihat efektivitas hasil pengukuran tingkat gula darah. Hasil ini dapat digunakan untuk melihat tingkat gula darah kita dibandingkan dengan tingkat gula darah yang normal.

9. Pastikan tingkat gula darah kita tidak rendah pada malam hari

Sebagian penderita diabetes terutama diabetes karena insulin, akan mempunyai tingkat gula darah yang sangat rendah dibandingkan dengan normal. Ini dinamakan efek Somogyi. Jika ini terjadi, kita harus memeriksa tingkat gula darah pada jam 02.00 atau 03.00. Diskusikan dengan dokter jika hal ini terjadi karena efek obat diabetes yang kita minum. Ingatlah : penanganan jika tingkat gula darah kita rendah adalah dengan asupan karbohidrat yang cepat dimetabolisme.

10. Kualitas tidur yang lebih baik

Pada penderita diabetes sangat jarang sekali memperoleh tidur malam yang nyenyak. Hal ini disebabkan tingginya gula darah yang dapat menyebabkan masalah-masalah pada tidur yaitu apnes, stress, depresi dan rasa sakit pada syaraf kaki. Dengan menurunkan tingkat gula darah pada rentang normal akan meningkatkan kualitas tidur yang lebih baik.

11. Kurangi stress pada malam hari

Stres dapat menyebabkan hati memproduksi gula dalam jumlah yang lebih tinggi, sehingga tingkat gula darah ikut meningkat. Dengan mengurangi stress pada malam hari maka akan menurunkan tingkat gula darah pada pagi harinya.

12. Sarapan sepagi mungkin

Pada penderita diabetes memerlukan karbohidrat dalam jumlah kecil saat sarapan yang lebih awal, hal ini dilakukan agar hasil pemeriksaan gula darah tetap berada pada rentang normal.

13. Pertimbangkan terapi pompa insulin

Jika kita memperoleh pengobatan suntikan insulin setiap hari atau asupan insulin pada makanan, terapi pompa insulin dapat dipertimbangkan untuk dilakukan. Hal ini dapat digunakan untuk mengontrol gula darah terutama pada malam hari sehingga tingkat gula darah kita akan berada dalam rentang normal.

14. Diskusikan penyesuaian obat dengan dokter

Jika semua cara telah dilakukan tetapi tidak memberikan hasil gula darah yang normal, maka konsultasikan hal ini kepada ahlinya untuk menyesuaikan pengobatan yang telah dilakukan.

Intinya untuk cara menurunkan gula darah yakni dengan menjaga pola hidup sehat,terutama dalam hal makanan yang di konsumsi. Suatu penyakit tidak akan datang begitu saja tanpa ada sebabnya, sebab dari timbulnya penyakit yaitu dari diri kita sendiri, untuk itu mulailah perbaiki pola hidup.

Posted in Gula Darah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Gula Darah Tinggi

Sangat penting bagi kita untuk mengetahui gejala-gejala gula darah yang tinggi, hal ini disebabkan agar kita terhindar dari kerusakan yang meluas. Penyakit hiperglikemia atau gula darah tinggi ditandai dengan banyaknya gula darah di dalam tubuh, hal ini terjadi sebagai akibat dari ketidakmampuan tubuh untuk membuat insulin atau merespon dengan benar. Insulin sangat penting untuk mengangkut glukosa ke sel-sel untuk membentuk energi. Pada penderita diabetes, sel tidak mampu menerima insulin yang diperlukan karena tubuh tidak dapat memproduksi atau menggunakan insulin yang cukup. Hal ini menyebabkan deposisi berlebihan glukosa atau gula darah dalam tubuh dan hasil pada hilangnya energi berikutnya.

Komplikasi yang ditimbulkan akibat peningkatan tingkat gula darah sangat banyak dan berbagai macam tingkatannya. Sangat mudah awalnya untuk tidak mengenali sejumlah gejala-gejala gula darah tinggi, fakta yang dapat berbahaya karena mencegah diagnosis dan merupakan salah satu masalah utama dengan kondisi ini. Gejala yang sering terlihat samar-samar atau tidak tampak dan mungkin memakan waktu lama untuk sepenuhnya baru akan muncul dan terlihat. Ini sangat penting untuk mendapatkan tingkat gula darah yang diperiksa secara teratur dan menjaga pada gejala-gejala berikut, yaitu :

1. Mulut kering

Mulut menjadi sangat kering karena kurangnya air liur, hal ini menyebabkan ketidaknyamanan. Meskipun kekeringan juga dapat disebabkan oleh hal-hal lain seperti kegelisahan, ketakutan, atau kurangnya asupan cairan, namun kondisi tertentu ini ditandai oleh periode kekeringan dalam jangka waktu panjang yang tidak dapat disembuhkan dengan asupan air atau cairan lainnya.

2. Cepat dan mudah lelah

Karena ketidakmampuan tubuh untuk memasok glukosa dalam jumlah yang cukup untuk sel-sel yang akan terjadi perampasan bahan bakar yang diperlukan untuk fungsi sel yang tepat. Hal ini menyebabkan kelelahan berkepanjangan dan fungsi sel-sel menjadi tidak efektif.

3. Sering buang air kecil

Simpanan glukosa yang tidak terpakai yang ada di dalam tubuh juga akan ditransfer ke ginjal. Meskipun ginjal dapat menyerap glukosa, jumlah glukosa yang berlebihan dapat diserap dan akan menjadi urin. Jadi, penghapusan glukosa berarti sering buang air kecil.

4. Rasa Haus yang Meningkat

Jika terus-menerus buang air kecil tanpa adanya asupan yang tepat dan dalam jumlah yang sama maka dapat menyebabkan dehidrasi, yang dapat menyebabkan perasaan haus secara konstan atau berkepanjangan. Peningkatan glukosa di dalam air liur juga dapat meningkatkan rasa haus.

5. Penurunan Berat Badan Secara Mendadak

Efek langsung dari kadar gula yang meningkat adalah terjadinya penurunan berat badan. Ketidakmampuan tubuh untuk mengubah glukosa menjadi hasil energi yang terbuang. Karena glukosa merupakan sumber yang sangat penting dari kalori. Proses ini dimulai ketika tubuh mulai membakar lemak tubuh untuk energi, setelah itu akan menyerang otot-otot yang membuat individu lemah dan sakit.

Posted in Gula Darah | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gula Darah

Dalam ilmu kedokteran, gula darah merupakan istilah yang mengacu kepada tingkat glukosa yang ada di dalam darah. Konsentrasi gula darah atau tingkat glukosa serum diatur sangat ketat di dalam tubuh. Sehingga glukosa yang dialirkan melalui peredaran darah menjadi sumber utama energi untuk sel-sel tubuh.

Pada umumnya, tingkat gula darah akan bertahan pada batas-batas yang sempit di sepanjang hari yaitu antara 4-8 mmol/l atau sekitar 70-150 mg/dl. Tingkat gula darah ini biasanya akan meningkat seteah makan dan pada pagi hari akan berada pada level terendah sebelum orang sarapan.

Penyakit yang paling sering terjadi dan sangat menonjol yang disebabkan oleh gagalnya pengaturan gula darah di dalam tubuh adalah Penyakit Diabetes Mellitus.

Meskipun disebut sebagai gula darah, selain glukosa ditemukan pula jenis-jenis gula lainnya seperti fruktosa dan galaktosa. Namun demikian, hanya tingkatan pada glukosa yang diatur melalui insulin dan leptin.

Pengaruh langsung dari masalah gula darah

Jika level gula darah menurun sangat rendah, maka akan berkembang menjadi kondisi yang fatal, yang disebut sebagai hipoglikemia. Gejala-gejala penyakit hipoglikemia ini diantaranya adalah :

- Perasaan lelah
- Fungsi mental yang menurun
- Rasa mudah tersinggung
- Dan kehilangan kesadaran

Bila level gula darah tetap tinggi, disebut sebagai hiperglikemia, maka nafsu makan akan tertekan untuk waktu yang singkat. Penyakit hiperglikemia dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan masalah-masalah kesehatan yang berkepanjangan yang berkaitan erat dengan diabetes, termasuk kerusakan pada mata, ginjal dan saraf.

Peningkatan rasio gula darah disebabkan karena terjadi percepatan laju metabolisme glikogenolisis dan glukoneogenesis yang terjadi pada hati.

Mekanisme pengaturan gula darah

Dalam mempertahankan keseimbangan di dalam tubuh, tingkat gla darah diatur melalui umpan balik negatif. Pankreas bertugas untuk memonitor level glukosa di dalan darah. Bila konsentrasi glukosa menurun, karena dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh, pankreas melepaskan glukagon, hormon yang menargetkan sel-sel di lever (hati). Kemudian sel-sel ini mengubah glikogen menjadi glukosa, proses ini disebut sebagai glikogenolisis. Lalu glukosa dilepaskan ke dalam aliran darah, hingga meningkatkan level gula darah.

Jika level gula darah meningkat, entah disebabkan karena perubahan glikogen atau karena pencernaan makanan, maka hormon yang lain dilepaskan dari butir-butir sel yang terdapat di dalam pankreas. Hormon ini, yang disebut hormon insulin, yang dapat menyebabkan hati mengubah lebih banyak glukosa menjadi glikogen. Proses ini disebut dengan glikogenosis, yaitu proses yang mampu mengurangi level gula darah.

Penyakit Diabetes Mellitus Tipe I disebabkan oleh tidak cukup atau tidak dihasilkannya hormon insulin, sementara Tipe II disebabkan oleh respon yang tidak memadai terhadap hormon insulin yang dilepaskan, hal ini disebut juga sebagai resistensi insulin. Kedua jenis diabetes ini mengakibatkan terlalu banyaknya glukosa yang terdapat di dalam darah.

Posted in Gula Darah | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment